loading

Mikrotik yang fungsi utamanya sebagai router. Haruslah mampu melewatkan paket supaya antar perangkat dapat saling berkomunikasi. Namun sebelum itu, perlu adanya konfigurasi dasar yang harus dilakukan. Konfigurasi dasar MikroTik merupakan langkah awal yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja perangkat dan memastikan jaringan berfungsi dengan baik. Berikut adalah langkah-langkah konfigurasi dasar yang bisa dilakukan:

Mengakses MikroTik RouterOS

Mikrotik RouterOS dapat diakses melalui, WebFig, Winbox, Mikrotik APP, dan Terminal.

  1. WebFig
  2. WebFig adalah interface web yang dikembangkan oleh MikroTik RouterOS sejak versi 5.0 untuk mengonfigurasi dan menejemen perangkat MikroTik secara grafis melalui browser web.

    WebFig
  3. Winbox
  4. Bagi pengguna Mikrotik RouterOS aplikasi ini bukan asing lagi. Sebab Winbox merupakan perangkat lunak yang dikembangkan MikroTik RouterOS secara grafis yang dapat di download melalui web resmi. Hingga artikel ini diterbitkan Winbox sudah pada versi 3.40

    Winbox
  5. Mikrotik APP
  6. Aplikasi ini berbasis mobile yang digunakan untuk mengkonfigurasi perangkat MikroTik dengan mudah. Yang juga sudah support Android dan IOS.

    MikroTik APP
  7. Terminal
  8. Cara mengakses terminal di Mikrotik RouterOS bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu SSH, Telnet, dan local terminal di Winbox atau WebFig.

    1. SSH
    2. SSH (Secure Sheel) menyediakan koneksi aman melalui enkripsi data, menghindari potensi perekaman atau pengawasan oleh pihak ketiga yang tidak diinginkan. Namun harus memastikan service SSH di MikroTik sudah aktif dan perangkat yang mengaskses sudah terinstall SSH Client. Gunakan perintah ssh username@ip_address di terminal

      ssh
    3. Telnet
    4. Telnet sama halnya dengan SSH hanya saja pada Komunikasi antar perangkat tidak dienkripsi. Telnet berjalan pada port 23/TCP.

      Telnet
    5. Terminal Winbox
    6. Pada dasarnya Terminal di Winbox adalah mengakses Command Line Interface (CLI) pada MikroTik hanya saja mengaksesnya melalui Winbox.

      Terminal MikroTik
    7. Terminal WebFig
    8. Salah satu keunggulan dari WebFig adalah bisa mengakses terminal melalui browser

      Terminal WebFig MikroTik

Mengubah Password Default

Langkah pertama setelah mengakses perangkat MikroTik adalah mengubah kata sandi default. Ini dapat dilakukan di bagian "System" > "Users". Pilih pengguna "admin" dan ganti kata sandi.

Ganti Username dan Password

Konfigurasi Interface

Konfigurasi ini meliputi memberikan akses internet ke router dan memberikan atau melewatkan ke perangkat lain. Secara default interface di Mikrotik RouterOS diberi nama sesuai dengan type interface itu sendiri dan urutan jumlah dari interface tersebut. Contoh ethernet port 1 akan bernama ether1, begitupun dengan penamaan untuk interface wireless, sfp, power line, dan lte.

interface mikrotik

Konfigurasi Internet

Konfigurasi Internet MikroTik mencakup beberapa operasi dasar untuk mengaktifkan koneksi Internet di perangkat. Berikut panduan umum setting Internet di MikroTik.

  1. Menentukan Topologi
  2. Topologi jaringan adalah struktur fisik atau logis yang menggambarkan cara perangkat dalam jaringan terhubung dan berkomunikasi satu sama lain. Pemilihan topologi jaringan sangat penting karena dapat mempengaruhi kinerja jaringan, keandalan dan skalabilitas. Berikut contoh topologi yang digunakan pada studi kasus pada artikel ini:

    topologi

    Penjelasan:

    1. IP Modem 192.168.1.1/24
    2. IP ether1 DHCP Client
    3. IP ether2 192.168.2.1/24
    4. IP PC DCHP/Otomatis
  3. Mengoneksikan Router dengan Modem
  4. Sesuai dengan topologi, router mendapatkan IP dari Modem secara dinamik. Untuk itu router cukup mengaktifkan DHCP Client pada ether1 yang mengarah ke modem.

    DCHP Client

    *DCHP berhasil direquest dengan status indikator bound

  5. Konfigurasi DNS
  6. Konfigurasi DNS pada MikroTik berada di /ip dns. Karena pada konfigurasi DHCP Client parameter Use Peer DNS dicentang sehingga DNS didapatkan Otomatis dari MODEM. Namun juga bisa ditambahkan sendiri alamat DNS Server sesuai dengan kebutuhan.

    dns server

    *Dynamic Server didapatkan dari MODEM

  7. Konfigurasi Default Route
  8. Tambahkan default route (0.0.0.0/0) dengan gateway 192.168.1.1, yaitu alamat IP gateway modem

    Default Route MikroTik
  9. Konfigurasi NAT Masquarade
  10. Fungsi dari NAT Masquarade ini yaitu menyembunyikan alamat IP yang ada dibawah (client) router dengan menggantinya menjadi alamat IP Router yang terkoneksi dengan modem pada paket-paket yang meninggalkan jaringan menuju ke internet.

    NAT
  11. Konfigurasi DCHP Server
  12. Konfigurasi DHCP Server di Mikrotik dapat dilakukan secara mudah melalui /ip dhcp-server setup. Secara default distribusi IP Address akan diberikan dari yang terbesar ke yang terkecil.

    dhcp-server

    *Hasil Konfigurasi DHCP Server MikroTik

    Windows DCHP Client

    *Hasil Assign DHCP dari Sistem Operasi Windows

Kesimpulan

  • Akses MikroTik dapat dilakukan melalui Terminal, Winbox, atau WebFig.
  • Konfigurasi antarmuka melibatkan penyesuaian parameter seperti IP address dan mode operasi.
  • Untuk mengaktifkan koneksi internet, konfigurasi antarmuka WAN, penambahan rute default, dan pengaturan DNS diperlukan.
  • NAT masquerade digunakan untuk menyembunyikan alamat IP internal dan memfasilitasi akses internet bagi perangkat di jaringan lokal.
Saran untuk dibaca

Routing Statik

Lanjut Baca..

Tentang Blog ini

Blog ini berisi artikel trik atau pengetahuan mengenai MikroTik. Yang akan kami terus update untuk kedepannya.

Artikel Terbaru

Kategori

  1. Pengetahuan
  2. Trik